Tuesday, 6 October 2015


Kecerdasan Emosional Membantu Sukses Dalam Pekerjaan 

Apa Itu Kecerdasan Emosional?

Terdapat banyak perbezaan pendapat tentang apa yang dimaksudkan dengan kecerdasan emosional. Secara relatif bidang ini dianggap masih baru dalam Psikologi dan masih mencari bentuknya yang lebih mantap. Secara amnya kecerdasan emosional adalah sepeti berikut: 

  • kemampuan mengenali emosi diri sendiri
  • kemampuan mengendalikan emosi dan mengambil tindakan yang tepat
  • kemampuan mengenali emosi orang lain
  • kemampuan bertindak dan berinteraksi dengan orang lain
Dengan demikian orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang memahami kondisi dirinya, emosi-emosi yang terjadi, serta mengambil tindakan yang tepat. Orang tersebut juga secara sosial mampu mengenali dan berempati terhadap apa yang terjadi pada orang lain dan menghadapinya secara profesional.

Kecerdasan Emosional dan Realiti Dalam Dunia Kerja

Dalam penulisannya, Daniel Goleman menyebutkan disamping Kecerdasan Intelektual (IQ) ada kecerdasan lain yang membantu seseorang sukses iaitu Kecerdasan Emosional (EQ). Bahkan secara khusus dikatakan bahawa kecerdasan emosional lebih berperanan dalam kecemerlangan dibandingkan kecerdasan intelektual.  Perkara ini memberi kesan agak besar meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan kebenaran ke arah sana. Satu penyelidikan IQ hanya berperan 4%-25% terhadap kecemerlangan dalam pekerjaan. Sisanya ditentukan oleh EQ atau faktor-faktor lain di luar IQ tadi.

Jika kita teliti dari dunia pekerjaan, maka kita akan menyaksikan bahawa seseorang tidak cukup hanya pintar di bidangnya. Dunia pekerjaan penuh dengan interaksi sosial di mana orang harus berkomunikasi dalam menangani diri sendiri mahupun orang lain. Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik.

Ada kalanya orang yang pintar secara intelektual kurang memiliki kematangan secara sosial. Orang seperti ini akan menjadi sangat cerdas, memiliki kemampuan analisa yang kuat, serta kecepatan belajar yang tinggi. Sekiranya golongan ini harus memimpin maka mereka akan cenderung untuk memaksa untu menerima pendapat beliau.

Tidak semestinya semua orang yang cerdas secara intelektual seperti itu bukan bermaksud kecerdasan intelektual tidak penting. Dalam dunia kerja kecerdasan intelektual menjadi satu syarat awal untuk menentukan kemampuan munimun graduan untuk bekerja adalah mempuyai gred penilaian mahasiswa minimum pointer 2.75 sebagai syarat pendaftar untuk bekerja. Setelah syarat minimum tersebut dinilai, selanjutnya kecerdasan emosional akan lebih berperan dan dilihat lebih jauh dalam proses seleksi. Apakah dia punya pengalaman yang cukup dalam berorganisasi? Apakah calon tersebut pernah memimpin atau dipimpin? Apa yang dia lakukan ketika menghadapi situasi sulit? Bagaimana dia mengelola motivasi dan semangat ketika dalam kondisi tertekan? Dan banyak hal lagi yang akan diuji.

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan seseorang menangani beban kerja, stres, interaksi sosial, pengendalian diri, menjadi kunci penting dalam keberhasilan. Seseorang yang sukses dalam pekerjaan biasanya adalah orang yang mampu mengelola dirinya sendiri, memotivasi diri sendiri dan orang lain, dan secara sosial memiliki kemampuan dalam berinteraksi secara positif dan saling membangun satu sama lain. Dengan cara ini orang tersebut akan mampu berprestasi baik sebagai seorang individu mahupun dalam reality pekerjaan. 
 



Beberapa Kriteria Orang Yang Sukses dalam Pekerjaan

 Jika kita melihat orang yang sukses dalam pekerjaan, ada beberapa kriteria umum yang sama dengan kita: 

  • Bekerja dengan sepenuh hati dan riang
  • Memiliki prestasi dalam pekerjaan
  • Mampu menyelesaikan masalah
  • Mampu menghadapi dan menjalankan perubahan
  • Memiliki empati terhadap atasan, bawahan dan rekan kerja
  • Mampu membaca dan mengenali emosi diri sendiri mahupun orang lain serta mengambil tindakan yang tepat dalam menanganinya

Secara asasnya, terdapat dua jenis manusia yang memiliki  kecerdasan secara emosional: 

  1. Kemampuan Pribadi               
    • Pengenalan diri (Self Awareness), memahami emosi, batasan yang dapat dicapai, kemampuan, kekuatan dan kelemahan.
    • Pengurusan diri (Self Management), mampu mengendalikan diri menghadapi berbagai situasi
    • Orientasi Matlamat (Goal Orientation), mengetahui apa yang menjadi tujuannya dan menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya.
  2. Kemampuan Sosial
    • Empati: mengenali perasaan dan emosi orang lain serta mampu menempatkan diri dalam posisi tersebut.
    • Kemahiran sosial (Social skills): mampu berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama, mengelola konflik serta bersikap dengan tepat terhadap berbagai situasi perasaan dan emosi orang lain.
Melatih Kecerdasan Emosional

Sejak kecil kita telah memiliki emosi dan berinteraksi dengan emosi diri sendiri. Kebiasaan kita dalam menanganinya akan terus terbawa dan menjadi karektor seseorang ketika dewasa. Dengan demikian, alangkah berbahagianya seorang anak yang memiliki orang tua yang peka dan pelatih emosi yang baik. Anak seperti ini akan berlatih menangani dirinya sejak masa kecil. 

Bagaimana jika ketika dewasa kita kurang memiliki kematangan secara emosional? Jawabpannnya adalah kecerdasan tersebut dapat dilatih. Cara paling awal adalah dengan mengenali emosi diri sendiri ketika terjadi masalah kepada diri sendiri. Kenali apa saja yang berkecamuk dalam dada kita dan suara-suara yang memerintahkan diri untuk bertindak. Seterusnya adalah melakukan pengawalan diri terhadap berbagai bentuk emosi yang ada. Bagaimana kita mengendalikan diri ketika marah, ketika merasa kecewa, dapat bangkit dari kesedihan, mampu memotivasi diri dan bangkit ketika tertekan, mengatur diri dari kemalasan , serta akan menerima keputusan walaupun gagal dengan berlapang dada. 

Jika hal tersebut sudah kita dapat kuasai, seterusnya adalah melatih kematangan sosial. Bagaimana kita berempati ?kita merasakan apa yang dirasakan orang lain  sehingga akan memberi respon yang tepat terhadap tanda-tandal emosi yang ditampilkan orang lain. Kematangan ini akan mudah dikembangkan jika kita aktif terlibat dalam organisasi, bekerjasama dengan orang lain dan memiliki interaksi sosial yang lebih baik. Latihlah kemampuan diri dalam memimpin dan dipimpin, memotivasi orang lain, serta mengatasi dan menyelesaikan konflik. 

Pada pendapat aku memahami emosi sangat membantu dalam mengenali diri dalam tahap awal. Seterusnya adalah kita perlu kuat untuk mengawal emosi darisegi: berbagai keinginan, kesombongan, iri hati, dengki, kebencian, amarah dan sifat-sifat lainnya. Cerdas secara emosional akan membantu kita pada tahap awal untuk mengenali diri dengan lebih baik, sekaligus bersikap positif dan melatih kematangan menghadapi kehidupan, apapun yang terjadi: susah atau senang, sukses atau gagal, mudah atau sulit.

 Aku mohon jasa baik rakan pembaca bahaskan pernyataan ini: “Kecerdasan emosi dan sosial adalah lebih penting daripada kecerdasan intelek dalam dunia pekerjaan